Superliga Badminton
[FONT=Arial,Helvetica][SIZE=+2]
Tsuen Seng Ramaikan Persaingan[/SIZE]
[SIZE=-1]
Djarum Superliga Badminton dipastikan bakal berjalan sengit. Kepastian itu didapat setelah pemain nomor empat Malaysia, Lee Tsuen Seng, bakal membela klub Musica Champion Kudus, Jawa Tengah. Siapa lagi yang akan berlaga?
Tsuen Seng kini membela klub KLRC, Kuala Lumpur, Malaysia. Dia menduduki peringkat 21 dunia. Prestasi spektakulernya adalah ketika mengalahkan Taufik Hidayat pada final Piala Thomas 2002 di Guangzhou, Cina, meski akhirnya Malaysia dikalahkan Indonesia 2-3.
Selain Lee Tsuen Seng, menurut Ario Satrio Prakoso, Wakil Direktur Operasional Badan Liga, Superliga Badminton juga akan dibanjiri pemain asing. Memang para pemain itu belum mencapai level papan atas dunia, namun kehadiran mereka tentu akan menambah persaingan.
Pemain asal Vietnam, Nguyen Tien Minh, bakal membela klub BPKD Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemain kelahiran 12 Februari 1983 itu pada Asian Games XV Doha tampil mengejutkan. Pemain yang berdomisili di Ho Chi Minh itu mengalahkan Lee Hyun-il (Korea) dan Boonsak Ponsana (Thailand) di nomor beregu.
“Kedua pemain itu sudah pasti bakal tampil di Surabaya. Sementara itu, klub-klub lain juga terus memburu pemain dunia untuk tampil di Superliga Badminton,” tambah Ario.
CBN Mundur
Djarum Superliga Badminton dimulai dengan menggelar babak kualifikasi di GOR Sudirman Surabaya, 3-7 April. Sebanyak 10 klub putra dan 7 putri dari berbagai daerah di Tanah Air tampil untuk mencari tiga tiket putra-putri ke Putaran Final di Jakarta, 21 Juni–1 Juli.
Tiga klub putra-putri itu nanti akan menggenapi lima klub utama yang sudah lolos langsung ke Putaran Final. Mereka adalah Tangkas Jakarta, Jayaraya Jakarta, SGS Bandung, Djarum Kudus, dan Suryanaga Surabaya. Format liga menggunakan sistem seperti Piala Thomas di putra dan Piala Uber (putri).
Sebenarnya ada klub CBN Batam, yang di awal mau ikut, namun karena ada persyaratan maksimal klub merekrut dua pemain asing, mereka akhirnya memilih mundur. “Tim putra-putri CBN mengundurkan diri karena tidak memiliki pemain,” jelas Ario.
Klub Ratih Banten juga tak mau kalah. Mereka mendatangkan dua pemain asal Jepang. Dua pemain asal Negeri Sakura itu merupakan hasil negosiasi yang dilakukan Reony Mainay, yang sebelumnya pernah melatih di sana.
Sementara itu, klub Mutiara Bandung harus memanggil Atu Rosalina. Mantan pemain Pelatnas Cipayung itu setelah mengundurkan diri kemudian meniti karier sebagai pemain bersama klub Denmark.
(bhw)
[/SIZE]Peserta Seleksi
[SIZE=-1]
Putra
1. Indocafe Medan
2. Ratih Banten
3. Aufa Jakarta
4. Musica Champion Kudus
5. BPKD Kukar
6. Wima Surabaya
7. Mutiara Bandung
8. Kotab Dishub Bandung
9. South Suco Sulsel
10. Randik Sumsel
Putri
1. Indocafe Medan
2. Ratih Banten
3. Bina Bangsa Jakarta
4. Semen Gresik Surabaya
5. Mutiara Bandung
6. Kotab Bandung
7. South Suco Sulsel[/SIZE]
[FONT=verdana,geneva,helvetica]
>> Kembali ke Atas[/FONT]
[SIZE=+2]Hyun-il Ditaksir Jaya Raya[/SIZE]
[SIZE=-1]Memang klub Jaya Raya tidak perlu berlaga di ajang seleksi Djarum Superliga Badminton di Surabaya. Sebagai juara Kejurnas Bulutangkis 2006 di Medan, bersama lima klub terkuat lain, mereka mendapat wildcard untuk lolos ke putaran final.
Meskipun begitu, klub yang didirikan pengusaha Ciputra itu tidak mau tinggal diam. Menyadari sektor tunggal putra lemah, mereka ingin menambal kekuatan dengan merekrut pemain asing sebagai persiapan menuju putaran final.
Pemain yang diincar adalah Lee Hyun-il. Pemain asal Korea Selatan yang menduduki peringkat 12 dunia itu dinilai cocok untuk membela Jaya Raya. Hal ini diakui salah satu Pembina mereka, Retno Kustijah.
“Kami memang naksir Lee Hyun-il,” sebut Retno.
Sementara itu, menurut Wakil Direktur Operasional Badan Liga, Ario Satrio Prakoso, Jaya Raya tak hanya memburu Hyun-il. Klub ibu kota itu juga melirik pemain Belanda berdarah Indonesia, Dicky Palyama, dan pemain India, Anup Sridhar.
Kalau mereka tampil, dipastikan bahwa liga bulutangkis bakal meriah dan ketat! [/SIZE][/FONT]